Kenapa tidak lebih dini kau berhenti?
Terbayang dulu-ketika kau berhenti iringi hariku-saat ini sunyi
Bila saja kau menengadah langit
Mungkin kau takkan secepat ini
Taman ini sama mengeringnya denganku
Terandai kini tentangmu dulu
Dan ternyata liuk gugur daun masih menyapaku…
Senja selalu berpamitan….
Senyuman fajar ufuk keindahan tepikan mimpiku….
Malam begitu mengakrapiku
Hingga tak pernah tawarkan mimpi-karena aku benci mimpimu-mu
Tanpa janjimu aku bias sampai disini
Berkerumun dengan tarian ilalang…
Berjajar dengan barisan cemara…
Beriring dengan kepakan camar…
” seperti goresan…takkan kusela…biarkan terlukis sempurna”







